Senin, Juli 15

Akidah Syiah

Sekilas sejarah peristiwa Mubahalah Rasulullah saw dengan Kaum Nasrani Najran
Akidah Syiah, Kisah Ahlul Bait dan Sejarah

Sekilas sejarah peristiwa Mubahalah Rasulullah saw dengan Kaum Nasrani Najran

Tanggal 21 atau 24 bulan Dzulhijjah dikenal dengan Hari Mubahalah. Mubahalah adalah sebuah peristiwa bersejarah yang menakjubkan yang pernah terjadi pada tanggal 21 atau 24 Dzulhijjah tahun 9 atau 10 Hijriah di Madinah. Inti dari peristiwa itu adalah pembuktian kebenaran kenabian Rasulullah saw terhadap kaum Nasrani Najran yang akhirnya dengan pembuktian itu sebagian dari kaum Nasrani Najran mengakui kebenaran dan memeluk Islam. Selain itu dengan peristiwa ini terbukti betapa istimewa kedudukan Ahlul Bait as yakni orang-orang terdekat beliau, yaitu Ali bin Abi Thalib, Fathimah Azzahra, Hasan dan Husain bagi sang nabi. Sejarah Peristiwa Mubahalah Peristiwa Mubahalah adalah salah satu peristiwa penting di awal-awal permulaan Islam yang membuktikan kebenaran dakwah Rasulullah saw. Selain...
Hadis Wishayah dan Wiratsah – Ali bin Abi Thalib pewaris dan penerima wasiat Rasulullah saw
Akidah Syiah

Hadis Wishayah dan Wiratsah – Ali bin Abi Thalib pewaris dan penerima wasiat Rasulullah saw

Rasulullah saw bersabda: “Setiap nabi memiliki wasi dan warits dan Ali adalah wasi dan warits bagiku.”[1] Ia bersabda lagi: “Aku adalah rasul umatku dan Ali adalah washi bagiku di kalangan keluarga dan umatku.”[2] Dan bersabda: “Ali adalah saudara, wazir, warits, wasi, dan khalifahku di kalangan umatku.” [3] Dalam riwayat ini dua gelar wasi dan warits mendapatkan afirmasi dan penegasan. Masing-masing gelar ini dengan sendirinya menunjukkan kekhalifahan Amirul Mukminin Ali as. Apa itu Washi? Wasi adalah seseorang yang dapat menunaikan seluruh urusan orang yang memberikan wasiat kepadanya, kecuali dalam urusan tertentu yang diwasiatkan kepadanya yang ia hanya memiliki hak untuk menunaikannya dalam masalah itu saja. Dalam riwayat ini, ketika memberikan wasiat kepada Ali, Nabi s...
Hadis Manzilah – Hadis Kedudukan Ali bagi Nabi bagai Harun di sisi Musa
Akidah Syiah

Hadis Manzilah – Hadis Kedudukan Ali bagi Nabi bagai Harun di sisi Musa

Dalil lain yang menunjukkan khilafah Ali as adalah hadis manzilah. Hadis manzilah merupakan hadis yang paling masyhur yang disabdakan oleh Nabi dan para sahabat beliau meriwayatkan hadis tersebut. Ibn Asakir dalam kitab Tarikh Dimasyq[1] meriwayatkan hadis ini dari tiga puluh dua orang sahabat melalui jalan dan sanad yang berbeda. Dari hadis ini terdapat indikasi-indikasi (qarain) yang dapat digunakan. Sabda mulia ini telah berulang-ulang disampaikan oleh Nabi, tetapi yang paling masyhur di antaranya adalah yang disampaikan pada ghizwah Tabuk (ghizwah adalah [ekspedisi] perang yang dipimpin langsung oleh Rasulullah saw—SZ). Pada ghizwah Tabuk, Nabi saw yang memimpin dan mengomandani laskar kaum muslimin. Laskar yang dikomandani oleh Nabi bergerak dari Madinah, sedangkan Ali diting...
Hadis Yaum al-Dar : Bukti nabi memerintahkan umat untuk mentaati Ali bin Abi Thalib semenjak awal dakwahnya
Akidah Syiah

Hadis Yaum al-Dar : Bukti nabi memerintahkan umat untuk mentaati Ali bin Abi Thalib semenjak awal dakwahnya

Khilafah Rasulullah saw dan kepemimpinan umat Islam bukan merupakan sebuah masalah yang didiamkan oleh Rasulullah saw hingga akhir hayatnya dan meninggal tanpa ada kejelasan bagi umat Islam terkait dengan masalah kepemimpinan (imamah) dan khilafah. Semenjak waktu diperintahkan untuk mengumumkan risalahnya secara terang-terangan, Rasulullah saw telah memikul tugas untuk memperkenalkan penggantinya. Tatkala ayat yang berbunyi “Dan berikanlah peringatan kepada kerabat terdekatmu” (QS. Al-Syua’ara [26]: 214) turun pada tahun ketiga bi’tsah (pengutusan), Nabi meminta Ali datang kepadanya dan bersabda, “Aku diperintahkan Tuhanku untuk mengajak para kerabatku kepada Islam. Siapkanlah makanan dan semangkuk susu. Undanglah Bani Abdul Muththalib supaya aku dapat menjalankan tugas yang dipikulkan ...
Kekhalifahan menurut Syiah – Apakah pilihan manusia ataukah Tuhan?
Akidah Syiah

Kekhalifahan menurut Syiah – Apakah pilihan manusia ataukah Tuhan?

Menurut akidah mazhab Syi’ah, khalifah Rasulullah Saw memiliki dua tugas: 1. Pemerintahan Lahir Yaitu pemerintah yang mengimplementasikan hukum (qanun), menjaga terlaksananya hak-hak dan menjaga negerinegeri Islam dan sebagainya. Dalam masalah ini, khalifah seperti para pemerintahan yang lain. Dengan perbedaan bahwa dalam pemerintahan Islam terjaganya keadilan sosial yang merupakan kewajiban dan tipologi pemerintahan Islam. 2. Pemerintahan Maknawi Dalam bagian ini, pemerintah mengemban tugas untuk menjelaskan poin-poin yang masih kabur, rumit dan masih belum dijelaskan dengan tuntas ihwal masalah madrasah (school of thought) kepada kaum muslimin. Di samping menjalankan tugas sebagai pemerintah, khalifah juga mengemban tugas sebagai penjelas ahkam (plural dari hukum) dan m...