Senin, Juli 22

Teks Arab Doa Nudbah (Ratapan Untuk Imam Zaman) dan terjemahan Bahasa Indonesia

Doa Nudbah adalah salah satu doa utama Syiah tentang Imam Al-Mahdi dan kegaibannya. Nudbah artinya tangisan dan ratapan; dan Syiah membacakan doa meminta pertolongan pada masa kegaiban Imam Mahdi aj. Doa ini dibacakan pada saat Idul Fitri, Idul Adha, Idul Ghadeer, dan setiap Jumat pagi.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَ صَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيماً

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, salam sempurna Allah dan menyeluruh, semoga shalawat Allah senantiasa tercurahkan kepada pemimpin kami Nabi Muhammad dan keluarganya!

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا جَرَى بِهِ قَضَاؤُكَ فِي أَوْلِيَائِكَ

Ya Allah, bagi-Mu segala puji atas ketentuan terhadap para wali-Mu

الَّذِينَ اسْتَخْلَصْتَهُمْ لِنَفْسِكَ وَ دِينِكَ إِذِ اخْتَرْتَ لَهُمْ جَزِيلَ مَا عِنْدَكَ

yang terpilih sebagai pengayom agama-Mu, yang telah Engkau beri karunia melimpah dari sisi-Mu,

مِنَ النَّعِيمِ الْمُقِيمِ الَّذِي لا زَوَالَ لَهُ وَ لا اضْمِحْلالَ بَعْدَ أَنْ شَرَطْتَ عَلَيْهِمُ الزُّهْدَ فِي دَرَجَاتِ هَذِهِ الدُّنْيَا الدَّنِيَّةِ وَ زُخْرُفِهَا وَ زِبْرِجِهَا

karunia yang tidak akan hilang maupun berkurang setelah Engkau syaratkan kepada mereka agar tidak tergoda kehidupan hina dunia yang gemerlap dan mewah!

فَشَرَطُوا لَكَ ذَلِكَ وَ عَلِمْتَ مِنْهُمُ الْوَفَاءَ بِهِ فَقَبِلْتَهُمْ وَ قَرَّبْتَهُمْ وَ قَدَّمْتَ لَهُمُ الذِّكْرَ الْعَلِيَّ وَ الثَّنَاءَ الْجَلِيَّ

Engkau Mengetahui bahwa mereka pasti menepati itu. Karenanya, Engkau terima dan dekatkan mereka di sisi-Mu, Engkau puji dan agungkan mereka,

وَ أَهْبَطْتَ عَلَيْهِمْ مَلائِكَتَكَ وَ كَرَّمْتَهُمْ بِوَحْيِكَ وَ رَفَدْتَهُمْ بِعِلْمِكَ وَ جَعَلْتَهُمُ الذَّرِيعَةَ [الذَّرَائِعَ ] إِلَيْكَ وَ الْوَسِيلَةَ إِلَى رِضْوَانِكَ

Engkau turunkan malaikat-malaikat-Mu untuk mengiringi mereka, Engkau muliakan mereka dengan wahyu-Mu, Engkau bekali mereka dengan ilmu-Mu, Engkau jadikan mereka perantara-Mu, penghubung ridha-Mu,

فَبَعْضٌ أَسْكَنْتَهُ جَنَّتَكَ إِلَى أَنْ أَخْرَجْتَهُ مِنْهَا وَ بَعْضٌ حَمَلْتَهُ فِي فُلْكِكَ وَ نَجَّيْتَهُ وَ [مَعَ ] مَنْ آمَنَ مَعَهُ مِنَ الْهَلَكَةِ بِرَحْمَتِكَ

dari mereka ada yang Engkau tempatkan di surga dan Engkau keluarkan dia darinya, ada yang Engkau sertakan dalam perahu-Mu dan dengan rahmat-Mu, Engkau anugerahkan keselamatan kepadanya dan orang-orang beriman yang bersamanya dari kehancuran!

وَ بَعْضٌ اتَّخَذْتَهُ لِنَفْسِكَ خَلِيلا وَ سَأَلَكَ لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ فَأَجَبْتَهُ وَ جَعَلْتَ ذَلِكَ عَلِيّا

Ada juga yang Engkau jadikan kekasih-Mu, dia yang memohon kepada-Mu dengan lidah yang jujur di akhirat. Karenanya, Engkau kabulkan doanya dan memilihkan untuknya seorang dari keluarganya!

وَ بَعْضٌ كَلَّمْتَهُ مِنْ شَجَرَةٍ تَكْلِيما وَ جَعَلْتَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ رِدْءا وَ وَزِيرا

Ada juga yang Engkau ajak bicara dari balik pahon dan Engkau jadikan saudaranya sebagai pendamping dan wazirnya!

وَ بَعْضٌ أَوْلَدْتَهُ مِنْ غَيْرِ أَبٍ وَ آتَيْتَهُ الْبَيِّنَاتِ وَ أَيَّدْتَهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ

Di antara mereka ada yang lahir tanpa ayah, Engkau sempurnakan dia dengan cahaya dan petunjuk, Engkau bekali dia dengan Ruhul-Qudus,

وَ كُلٌّ [وَ كُلا] شَرَعْتَ لَهُ شَرِيعَةً وَ نَهَجْتَ لَهُ مِنْهَاجا وَ تَخَيَّرْتَ لَهُ أَوْصِيَاءَ [أَوْصِيَاءَهُ ] مُسْتَحْفِظا بَعْدَ مُسْتَحْفِظٍ [مُسْتَحْفَظا بَعْدَ مُسْتَحْفَظٍ] مِنْ مُدَّةٍ إِلَى مُدَّةٍ

Engkau berikan masing-masing dari mereka hukum, Engkau tetapkan ajaran, Engkau memilihkan untuk mereka para washi guna menjaga agama-Mu dari masa ke masa,

إِقَامَةً لِدِينِكَ وَ حُجَّةً عَلَى عِبَادِكَ وَ لِئَلا يَزُولَ الْحَقُّ عَنْ مَقَرِّهِ وَ يَغْلِبَ الْبَاطِلُ عَلَى أَهْلِهِ

untuk menegakkan agama-Mu dan menjadi hujah atas hamba-hamba-Mu!  Agar kebenaran tidak sirna dari tempatnya dan para pengikut kebatilan dikalahkan oleh pengikut kebenaran,

وَ لا [لِئَلا] يَقُولَ أَحَدٌ لَوْ لَا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولاً مُنْذِرا وَ أَقَمْتَ لَنَا عَلَما هَادِيا فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَذِلَّ وَ نَخْزَى

sehingga tak seorang pun berkata, “Seandainya Engkau (Ya Allah) mengutus kepada kami seorang rasul yang memberi peringatan dan Engkau tegakkan panji pemberi petunjuk, maka kami pasti akan mengetahui ayat-ayat dan bukti-bukti kebesaran-Mu sebelum menjadi hina dan sengsara (di hari Kiamat)!”

إِلَى أَنِ انْتَهَيْتَ بِالْأَمْرِ إِلَى حَبِيبِكَ وَ نَجِيبِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ،

Akhirnya, Engkau rampungkan misi kenabian dengan kekasih pilihan-Mu Muhammad (saw), shalawat dan salam atasnya dan keluarganya!

فَكَانَ كَمَا انْتَجَبْتَهُ سَيِّدَ مَنْ خَلَقْتَهُ وَ صَفْوَةَ مَنِ اصْطَفَيْتَهُ وَ أَفْضَلَ مَنِ اجْتَبَيْتَهُ وَ أَكْرَمَ مَنِ اعْتَمَدْتَهُ

Dialah pilihan sebagai penghulu mahluk-Mu! Dialah hamba paling suci dari orang-orang yang Engkau sucikan! Dialah sebaik-baik pilihan-Mu! Dialah hamba termulia dari para pembawa risalah-Mu!

قَدَّمْتَهُ عَلَى أَنْبِيَائِكَ وَ بَعَثْتَهُ إِلَى الثَّقَلَيْنِ مِنْ عِبَادِكَ

Engkau utamakan dia di atas para nabi-Mu! Engkau utus dia untuk jin dan manusia!

وَ أَوْطَأْتَهُ مَشَارِقَكَ وَ مَغَارِبَكَ وَ سَخَّرْتَ لَهُ الْبُرَاقَ وَ عَرَجْتَ بِرُوحِهِ [بِهِ ] إِلَى سَمَائِكَ

Engkau taklukkan untuknya Timur dan Barat! Engkau anugerahkan untuknya Buraq dan Engkau Mikrajkan dia ke langit-Mu!

وَ أَوْدَعْتَهُ عِلْمَ مَا كَانَ وَ مَا يَكُونُ إِلَى انْقِضَاءِ خَلْقِكَ

Engkau bekali dia dengan pengetahuan sejarah masa lalu dan peristiwa yang akan datang hingga berakhirnya ciptaan-Mu!

ثُمَّ نَصَرْتَهُ بِالرُّعْبِ وَ حَفَفْتَهُ بِجَبْرَئِيلَ وَ مِيكَائِيلَ وَ الْمُسَوِّمِينَ مِنْ مَلائِكَتِكَ وَ وَعَدْتَهُ أَنْ تُظْهِرَ دِينَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَ لَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Kemudian, Engkau menangkan dia dari para musuhnya tanpa takut dikhianati mereka! Engkau utus Jibril dan Mikail serta malaikat lainnya menyertainya! Engkau janjikan kemenangan untuk agamanya di atas seluruh agama meskipun kaum musyrik membencinya!

وَ ذَلِكَ بَعْدَ أَنْ بَوَّأْتَهُ مُبَوَّأَ صِدْقٍ مِنْ أَهْلِهِ وَ جَعَلْتَ لَهُ وَ لَهُمْ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ ، لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكا وَ هُدًى لِلْعَالَمِينَ

Setelah Engkau tempatkan dia bersama kebenaran dan ahlinya, Engkau janjikan untuknya dan untuk mereka rumah pertama yang didirikan untuk manusia yang terletak di Mekkah! Rumah yang diberkati dan petunjuk bagi alam semesta!

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَ مَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنا

Di dalamnya terdapat tanda-tanda kekuasan-Mu, Maqam Ibrahim! Sesiapa yang masuk di dalamnya akan merasa aman!

وَ قُلْتَ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَ يُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرا

Engkau berfiman, “Hanyasaja Allah berkedendak untuk menghilangkan kenistaan dari kalian wahai Ahlulbait dan menyucikan kalian sesuci-sucinya!”

ثُمَّ جَعَلْتَ أَجْرَ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ آلِهِ مَوَدَّتَهُمْ فِي كِتَابِكَ

Kemudian Engkau jadikan upah (risalah) Muhammad (saw) di dalam kitab-kitab-Mu, yaitu mencintai mereka (keluarga suci Muhammad saw)!

فَقُلْتَ قُلْ لا أَسْئَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْراً إِلا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى وَ قُلْتَ مَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ فَهُوَ لَكُمْ وَ قُلْتَ مَا أَسْئَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلا

Karenanya, Engkau berfirman, “Katakanlah bahwa aku tidak menghendaki upah apa pun selain kecintaan (kalian) kepada kerabatku!” Karenanya, Engkau berfirman, “Upah apa pun yang kau minta adalah kalian juga!” Karenanya, Engkau berfirman, “Aku tidaklah mengharapkan balasan dari kalian kecuali bagi mereka yang mencari jalan Tuhan!”

فَكَانُوا هُمُ السَّبِيلَ إِلَيْكَ ، وَ الْمَسْلَكَ إِلَى رِضْوَانِكَ

Merekalah jalan-Mu, titian menuju ridha-Mu!

فَلَمَّا انْقَضَتْ أَيَّامُهُ أَقَامَ وَلِيَّهُ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِمَا وَ آلِهِمَا هَادِيا إِذْ كَانَ هُوَ الْمُنْذِرَ وَ لِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ

Maka ketika saat-saat akhir (Nabi) tiba, ia tunjuk Ali bin Abi Thalib as sebagai wali dan penunjuk jalan, karena dia pemberi peringatan kepada setiap kaum dan  petunjuk!

فَقَالَ وَ الْمَلَأُ أَمَامَهُ مَنْ كُنْتُ مَوْلاهُ فَعَلِيٌّ مَوْلاهُ اللَّهُمَّ وَالِ مَنْ وَالاهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَ انْصُرْ مَنْ نَصَرَهُ وَ اخْذُلْ مَنْ خَذَلَهُ

Dia bersabda di hadapan umat, “Sesiapa yang bersaksi bahwa aku adalah maula dan pepimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya! Ya Allah, pimpinlah orang yang menjadikannya pemimpin dan musuhilah yang memusuhinya! Tolonglah orang yang menolongnya dan hinakanlah yang menghinakannya!”

وَ قَالَ مَنْ كُنْتُ أَنَا نَبِيَّهُ فَعَلِيٌّ أَمِيرُهُ وَ قَالَ أَنَا وَ عَلِيٌّ مِنْ شَجَرَةٍ وَاحِدَةٍ وَ سَائِرُ النَّاسِ مِنْ شَجَرٍ شَتَّى

Dia juga bersabda, “Sesiapa yang bersaksi bahwa aku nabinya, maka Ali adalah pemimpinnya” Dia juga bersabda, “Aku dan Ali berasal dari satu pohon, sedangkan manusia lainnya dari pohon yang bermacam-macam!”

وَ أَحَلَّهُ مَحَلَّ هَارُونَ مِنْ مُوسَى فَقَالَ لَهُ أَنْتَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلّا أَنَّهُ لا نَبِيَّ بَعْدِي

Dia samakan kedudukan Ali sebagaimana kedudukan Harun di sisi Musa seraya mengatakan kepadanya, “Kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa! Hanya saja tiada lagi nabi setelahku!”

وَ زَوَّجَهُ ابْنَتَهُ سَيِّدَةَ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ وَ أَحَلَّ لَهُ مِنْ مَسْجِدِهِ مَا حَلَّ لَهُ وَ سَدَّ الْأَبْوَابَ إِلا بَابَهُ

Dia nikahkan Ali dengan putrinya, penghulu wanita alam semesta! Dia halalkan untuknya dari mesjid apa yang boleh dan halal baginya! Dia tutup pintu-pintu penghubung mesjid kecuali pintunya!

ثُمَّ أَوْدَعَهُ عِلْمَهُ وَ حِكْمَتَهُ فَقَالَ أَنَا مَدِينَةُ الْعِلْمِ وَ عَلِيٌّ بَابُهَا فَمَنْ أَرَادَ الْمَدِينَةَ وَ الْحِكْمَةَ فَلْيَأْتِهَا مِنْ بَابِهَا

Lalu dia bekali Ali dengan ilmu dan hikmah seraya bersabda, “Akulah kota ilmu dan Ali pintunya. Sesiapa yang menghendaki kota dan hikmah itu, masuklah dari pintunya!”

ثُمَّ قَالَ أَنْتَ أَخِي وَ وَصِيِّي وَ وَارِثِي لَحْمُكَ مِنْ لَحْمِي وَ دَمُكَ مِنْ دَمِي وَ سِلْمُكَ سِلْمِي وَ حَرْبُكَ حَرْبِي

Kemudian ia bersabda, “Engkau adalah saudara, washi dan pewarisku. Dagingmu adalah dagingku, darahmu adalah darahku. Kedamaianmu adalah kedamaianku dan musuhmu adalah musuhku!

وَ الْإِيمَانُ مُخَالِطٌ لَحْمَكَ وَ دَمَكَ كَمَا خَالَطَ لَحْمِي وَ دَمِي

Iman telah menjadi darah dan dagingmu sebagaimana darah-dagingmu telah bercampur dengan iman!

وَ أَنْتَ غَدا عَلَى الْحَوْضِ خَلِيفَتِي وَ أَنْتَ تَقْضِي دَيْنِي وَ تُنْجِزُ عِدَاتِي وَ شِيعَتُكَ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ مُبْيَضَّةً وُجُوهُهُمْ حَوْلِي فِي الْجَنَّةِ وَ هُمْ جِيرَانِي

Engkau khalifahku di telaga (Haudh) kelak! Engkau yang melunasi utang dan memenuhi janjiku! Para pengikutmu akan berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya dan wajah mereka berseri-seri di sekelilingku di dalam surga! Merekalah para tetanggaku!

وَ لَوْ لا أَنْتَ يَا عَلِيُّ لَمْ يُعْرَفِ الْمُؤْمِنُونَ بَعْدِي وَ كَانَ بَعْدَهُ هُدًى مِنَ الضَّلالِ وَ نُورا مِنَ الْعَمَى وَ حَبْلَ اللَّهِ الْمَتِينَ وَ صِرَاطَهُ الْمُسْتَقِيمَ،

Engkau khalifahku di telaga (Seandainya tak ada engkau, orang Mukmin tak dapat diketahui sepeniggalku kelak!” Dialah penunjuk jalan dari kesesatan sepeniggalnya, cahaya dari kebutaan, tali Allah yang kokoh, jalan-Nya yang lurus,audh) kelak! Engkau yang melunasi utang dan memenuhi janjiku! Para pengikutmu akan berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya dan wajah mereka berseri-seri di sekelilingku di dalam surga! Merekalah para tetanggaku!

لا يُسْبَقُ بِقَرَابَةٍ فِي رَحِمٍ وَ لا بِسَابِقَةٍ فِي دِينٍ وَ لا يُلْحَقُ فِي مَنْقَبَةٍ مِنْ مَنَاقِبِهِ يَحْذُو حَذْوَ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِمَا وَ آلِهِمَا

kerabat terdekat dan pemeluk Islam pertama, tak seorang pun menyamai kepiawaiannya mengikuti jejak langkah Rasul saw,

وَ يُقَاتِلُ عَلَى التَّأْوِيلِ وَ لا تَأْخُذُهُ فِي اللَّهِ لَوْمَةُ لائِمٍ قَدْ وَتَرَ فِيهِ صَنَادِيدَ الْعَرَبِ وَ قَتَلَ أَبْطَالَهُمْ وَ نَاوَشَ [نَاهَشَ ] ذُؤْبَانَهُمْ فَأَوْدَعَ قُلُوبَهُمْ أَحْقَادا بَدْرِيَّةً وَ خَيْبَرِيَّةً وَ حُنَيْنِيَّةً وَ غَيْرَهُنَّ

berperang untuk meluruskan penyalahartian tanpa peduli cercaan siapa pun, menggetarkan hati para pemuka Arab, membinasakan pahlawan-pahlawan mereka, mengadu ketangkasan dengan mereka! Karenanya, bersemilah kembang kedengkian setelah Badar, Khaibar, Hunain dan lainnya,

فَأَضَبَّتْ [فَأَصَنَّتْ ] [فَأَصَنَ ] عَلَى عَدَاوَتِهِ وَ أَكَبَّتْ عَلَى مُنَابَذَتِهِ حَتَّى قَتَلَ النَّاكِثِينَ وَ الْقَاسِطِينَ وَ الْمَارِقِينَ

tertanamlah kebencian terhadapnya, tumbuhlah rasa ingin mengatasinya! Kemudian, dia perangi orang-orang pengkhianat yang menyimpangkan kebenaran dan keluar dari agama!

وَ لَمَّا قَضَى نَحْبَهُ وَ قَتَلَهُ أَشْقَى [الْأَشْقِيَاءِ مِنَ الْأَوَّلِينَ وَ الْآخِرِينَ ] الْآخِرِينَ يَتْبَعُ أَشْقَى الْأَوَّلِينَ

Ajal menjemputnya akibat dibunuh orang celaka yang mengikuti leluhurnya!

لَمْ يُمْتَثَلْ أَمْرُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ فِي الْهَادِينَ بَعْدَ الْهَادِينَ

Perintah Rasulullah saw tentang menaati para pemberi petunjuk tidak dihiraukan,

وَ الْأُمَّةُ مُصِرَّةٌ عَلَى مَقْتِهِ مُجْتَمِعَةٌ عَلَى قَطِيعَةِ رَحِمِهِ وَ إِقْصَاءِ وَلَدِهِ

namun umat membencinya, bersepakat untuk memutuskan tali kekerabatannya dengan mengasingkan putra-putranya!

إِلا الْقَلِيلَ مِمَّنْ وَفَى لِرِعَايَةِ الْحَقِّ فِيهِمْ ،

Sedikit orang yang setia menjaga dan mempertahankan hak mereka,

فَقُتِلَ مَنْ قُتِلَ وَ سُبِيَ مَنْ سُبِيَ وَ أُقْصِيَ مَنْ أُقْصِيَ

ada yang terbunuh, ada yang tertawan, ada yang diasingkan,

وَ جَرَى الْقَضَاءُ لَهُمْ بِمَا يُرْجَى لَهُ حُسْنُ الْمَثُوبَةِ إِذْ كَانَتِ الْأَرْضُ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَ الْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

ketentuan (qadha) atas mereka adalah pahala dan balasan terbaik dari Allah, karena bumi adalah milik Allah yang diwariskan kepada hamba yang dikehendaki-Nya, dan akhir dari semua itu adalah milik orang-orang yang bertakwa!

وَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولا وَ لَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Mahasuci Tuhan kami karena janji-Nya akan terwujud, Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya, Dia Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana!

فَعَلَى الْأَطَائِبِ مِنْ أَهْلِ بَيْتِ مُحَمَّدٍ وَ عَلِيٍّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِمَا وَ آلِهِمَا فَلْيَبْكِ الْبَاكُونَ وَ إِيَّاهُمْ فَلْيَنْدُبِ النَّادِبُونَ

Untuk orang-orang suci dari keluarga Muhammad dan Ali (salawat Allah atas keduanya), menangislah hai orang-orang yang bersedih! Untuk mereka, merataplah hai orang-orang yang berduka!

وَ لِمِثْلِهِمْ فَلْتُذْرَفِ [فَلْتَدُرَّ] الدُّمُوعُ وَ لْيَصْرُخِ الصَّارِخُونَ وَ يَضِجُّ [يَضِجَ ] الضَّاجُّونَ وَ يَعِجُّ [يَعِجَ ] الْعَاجُّونَ

Untuk mereka, teteskanlah air mata! Untuk mereka, histerislah hai orang-orang yang menjerit! Untuk mereka, teriaklah hai orang-orang yang berteriak! Untuk mereka, berkabunglah hai orang-orang yang berkabung!

أَيْنَ الْحَسَنُ أَيْنَ الْحُسَيْنُ أَيْنَ أَبْنَاءُ الْحُسَيْنِ صَالِحٌ بَعْدَ صَالِحٍ وَ صَادِقٌ بَعْدَ صَادِقٍ أَيْنَ السَّبِيلُ بَعْدَ السَّبِيلِ ،

Di manakah al-Hasan? Di manakah al-Husain? Di manakah putra-putra al-Husain yang kesalehannya melebihi orang-orang saleh, yang kejujurannya melebihi orang-orang jujur! Adakah jalan kebenaran setelah jalan kebenarannya?

أَيْنَ الْخِيَرَةُ بَعْدَ الْخِيَرَةِ أَيْنَ الشُّمُوسُ الطَّالِعَةُ أَيْنَ الْأَقْمَارُ الْمُنِيرَةُ أَيْنَ الْأَنْجُمُ الزَّاهِرَةُ أَيْنَ أَعْلامُ الدِّينِ وَ قَوَاعِدُ الْعِلْمِ

Adakah pilihan setelah pilihannya? Di manakah matahari-matahari yang terbit itu? Di manakah bulan-bulan yang yang bersinar itu? Di manakah bintang-gemintang yang benderang itu? Di manakah lambang–lambang agama dan pondasi-pondasi ilmu itu?

أَيْنَ بَقِيَّةُ اللَّهِ الَّتِي لا تَخْلُو مِنَ الْعِتْرَةِ الْهَادِيَةِ أَيْنَ الْمُعَدُّ لِقَطْعِ دَابِرِ الظَّلَمَةِ أَيْنَ الْمُنْتَظَرُ لِإِقَامَةِ الْأَمْتِ وَ الْعِوَجِ

Di manakah Baqiyyatullah (sisa peninggalan Allah di bumi) yang tak pernah sunyi dari keluarga petunjuk kebenaran itu? Di manakah orang yang dipersiapkan untuk memotong tali kezaliman? Di manakah dia yang dinanti-nanti untuk meluruskan penyimpangan?

أَيْنَ الْمُرْتَجَى لِإِزَالَةِ الْجَوْرِ وَ الْعُدْوَانِ أَيْنَ الْمُدَّخَرُ لِتَجْدِيدِ الْفَرَائِضِ وَ السُّنَنِ أَيْنَ الْمُتَخَيَّرُ [الْمُتَّخَذُ] لِإِعَادَةِ الْمِلَّةِ وَ الشَّرِيعَةِ

Di manakah dia, harapan yang menghapus kezaliman dan permusuhan? Di manakah dia sang pembaharu fardu dan sunah? Di manakah dia yang terpilih sebagai pembela agama dan syariat?

أَيْنَ الْمُؤَمَّلُ لِإِحْيَاءِ الْكِتَابِ وَ حُدُودِهِ أَيْنَ مُحْيِي مَعَالِمِ الدِّينِ وَ أَهْلِهِ أَيْنَ قَاصِمُ شَوْكَةِ الْمُعْتَدِينَ أَيْنَ هَادِمُ أَبْنِيَةِ الشِّرْكِ وَ النِّفَاقِ

Di manakah dia harapan penghidup al-Quran dan hukum-hukum-Nya? Di manakah dia pelita kehidupan agama dan pemeluknya?Di manakah dia pencabut akar kekuatan si pelampau batas? Di manakah dia penghancur bangunan syirik dan kemunafikan?

أَيْنَ مُبِيدُ أَهْلِ الْفُسُوقِ وَ الْعِصْيَانِ وَ الطُّغْيَانِ أَيْنَ حَاصِدُ فُرُوعِ الْغَيِّ وَ الشِّقَاقِ [النِّفَاقِ ] ، أَيْنَ طَامِسُ آثَارِ الزَّيْغِ وَ الْأَهْوَاءِ أَيْنَ قَاطِعُ حَبَائِلِ الْكِذْبِ [الْكَذِبِ ] وَ الافْتِرَاءِ

Di manakah dia pembinasa orang-orang fasik, ahli maksiat dan kezaliman? Di manakah dia pembersih jejak-jejak penyimpangan dan kedurjanaan? Di manakah dia penebas ranting-ranting kesesatan dan perselisihan? Di manakah dia penggunting tali-tali dusta dan kebohongan?

أَيْنَ مُبِيدُ الْعُتَاةِ وَ الْمَرَدَةِ أَيْنَ مُسْتَأْصِلُ أَهْلِ الْعِنَادِ وَ التَّضْلِيلِ وَ الْإِلْحَادِ أَيْنَ مُعِزُّ الْأَوْلِيَاءِ وَ مُذِلُّ الْأَعْدَاءِ

Di manakah dia pembinasa si congkak dan durjana? Di manakah dia pembasmi kaum pembangkang, kesesatan dan kekafiran? Di manakah dia pemulia para auliya dan penghina para musuh?

أَيْنَ جَامِعُ الْكَلِمَةِ [الْكَلِمِ ] عَلَى التَّقْوَى أَيْنَ بَابُ اللَّهِ الَّذِي مِنْهُ يُؤْتَى أَيْنَ وَجْهُ اللَّهِ الَّذِي إِلَيْهِ يَتَوَجَّهُ الْأَوْلِيَاءُ أَيْنَ السَّبَبُ الْمُتَّصِلُ بَيْنَ الْأَرْضِ وَ السَّمَاءِ

Di manakah dia pemersatu kalimat takwa? Di manakah dia pintu Allah yang harus diketuk? Di manakah dia Sang Wajhullahi tempat para auliya menghadap? Di manakah dia tali yang terjulur dari langit hingga bumi?

أَيْنَ صَاحِبُ يَوْمِ الْفَتْحِ وَ نَاشِرُ رَايَةِ الْهُدَى أَيْنَ مُؤَلِّفُ شَمْلِ الصَّلاحِ وَ الرِّضَا، أَيْنَ الطَّالِبُ بِذُحُولِ الْأَنْبِيَاءِ وَ أَبْنَاءِ الْأَنْبِيَاءِ أَيْنَ الطَّالِبُ [الْمُطَالِبُ ] بِدَمِ الْمَقْتُولِ بِكَرْبَلاءَ

Di manakah dia pemilik hari kemenangan dan pengibar bendera hidayah? Di manakah dia pemersatu kebajikan dan keridhaan? Di manakah dia penuntut darah para nabi dan putra-putra mereka? Di manakah dia penuntut darah orang yang terbunuh di Karbala?

أَيْنَ الْمَنْصُورُ عَلَى مَنِ اعْتَدَى عَلَيْهِ وَ افْتَرَى أَيْنَ الْمُضْطَرُّ الَّذِي يُجَابُ إِذَا دَعَا

Di manakah dia yang memenangkan peperangan melawan musuh-musuh dan para pendustanya? Di manakah dia yang menjadikan orang yang kesulitan terkabul doanya?

أَيْنَ صَدْرُ الْخَلائِقِ [الْخَلائِفِ ] ذُو الْبِرِّ وَ التَّقْوَى أَيْنَ ابْنُ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى وَ ابْنُ عَلِيٍّ الْمُرْتَضَى وَ ابْنُ خَدِيجَةَ الْغَرَّاءِ وَ ابْنُ فَاطِمَةَ الْكُبْرَى

Di manakah dia pempimpin para makhluk yang bijak dan bertakwa? Di mankah dia putra Nabi al-Musthafa, putra Ali al-Murtadha, putra Khadijah al-Garra, putra Fathimah al-Kubra?

بِأَبِي أَنْتَ وَ أُمِّي وَ نَفْسِي لَكَ الْوِقَاءُ وَ الْحِمَى يَا ابْنَ السَّادَةِ الْمُقَرَّبِينَ يَا ابْنَ النُّجَبَاءِ الْأَكْرَمِينَ

Demi ayah, ibu, dan jiwaku, hanya untukmulah keberpihakan perlindungan dan pembelaan(ku)! Wahai putra para pemimpin! Wahai putra orang-orang mulia! Wahai putra para petunjuk kebenaran!

يَا ابْنَ الْهُدَاةِ الْمَهْدِيِّينَ [الْمُهْتَدِينَ ] يَا ابْنَ الْخِيَرَةِ الْمُهَذَّبِينَ يَا ابْنَ الْغَطَارِفَةِ الْأَنْجَبِينَ يَا ابْنَ الْأَطَائبِ الْمُطَهَّرِينَ [الْمُسْتَظْهَرِينَ ]

Wahai putra para pilihan yang terdidik! Wahai putra orang-orang terhormat yang mulia! Wahai putra orang-orang bersih yang suci!

يَا ابْنَ الْخَضَارِمَةِ الْمُنْتَجَبِينَ يَا ابْنَ الْقَمَاقِمَةِ الْأَكْرَمِينَ [الْأَكْبَرِينَ ] يَا ابْنَ الْبُدُورِ الْمُنِيرَةِ يَا ابْنَ السُّرُجِ الْمُضِيئَةِ

Wahai putra para dermawan yang suci! Wahai putra para pembesar yang mulia! Wahai putra purnama-purnama yang bersinar! Wahai putra pelita-pelita yang benderang!

يَا ابْنَ الشُّهُبِ الثَّاقِبَةِ يَا ابْنَ الْأَنْجُمِ الزَّاهِرَةِ، يَا ابْنَ السُّبُلِ الْوَاضِحَةِ يَا ابْنَ الْأَعْلامِ اللائِحَةِ يَا ابْنَ الْعُلُومِ الْكَامِلَةِ

Wahai putra lampu-lampu pijar angkasa! Wahai putra bintang-bintang gemilang! Wahai putra jalan-jalan terang! Wahai putra panji-panji berkibar! Wahai putra ilmu-ilmu sempurna!

يَا ابْنَ السُّنَنِ الْمَشْهُورَةِ يَا ابْنَ الْمَعَالِمِ الْمَأْثُورَةِ يَا ابْنَ الْمُعْجِزَاتِ الْمَوْجُودَةِ يَا ابْنَ الدَّلائِلِ الْمَشْهُودَةِ [الْمَشْهُورَةِ]

Wahai putra sunah-sunah masyhur! Wahai putra ajaran-ajaran yang diwariskan! Wahai putra mukjizat-mukjizat! Wahai putra bukti-bukti nyata!

يَا ابْنَ الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ يَا ابْنَ النَّبَإِ الْعَظِيمِ يَا ابْنَ مَنْ هُوَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَى اللَّهِ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

Wahai putra jalan yang lurus! Wahai putra berita yang besar! Wahai putra yang disebut di dalam al-Quran di sisi Allah Yang Mahatinggi lagi Maha Bijaksana!

يَا ابْنَ الْآيَاتِ وَ الْبَيِّنَاتِ يَا ابْنَ الدَّلائِلِ الظَّاهِرَاتِ يَا ابْنَ الْبَرَاهِينِ الْوَاضِحَاتِ الْبَاهِرَاتِ

Wahai putra ayat-ayat dan Bayyinat! Wahai putra dalil-dalil yang jelas! Wahai putra bukti-bukti yang nyata dan terang!

يَا ابْنَ الْحُجَجِ الْبَالِغَاتِ يَا ابْنَ النِّعَمِ السَّابِغَاتِ يَا ابْنَ طه وَ الْمُحْكَمَاتِ،

Wahai putra nikmat-nikmat yang tercurah! Wahai putra Thaha dan Muhkamat!

يَا ابْنَ يس وَ الذَّارِيَاتِ يَا ابْنَ الطُّورِ وَ الْعَادِيَاتِ يَا ابْنَ مَنْ دَنَا فَتَدَلَّى فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى دُنُوّا وَ اقْتِرَاباً مِنَ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى

Wahai putra Yâsîn dan Dzariyat! Wahai putra Thur dan ‘Adiyat! Wahai putra dia yang didekatkan di antara dua busur atau lebih dekat dari itu, dekat dengan Allah Zat Yang Mahatinggi!

لَيْتَ شِعْرِي أَيْنَ اسْتَقَرَّتْ بِكَ النَّوَى بَلْ أَيُّ أَرْضٍ تُقِلُّكَ أَوْ ثَرَى

Oh… di manakah gerangan dikau berada? Tanah dan belahan bumi manakah tempat dikau berpijak?

أَ بِرَضْوَى أَوْ غَيْرِهَا أَمْ ذِي طُوًى

Radhawa-kah dia atau lainnya atau mungkin bukit Thuwa?

عَزِيزٌ عَلَيَّ أَنْ أَرَى الْخَلْقَ وَ لا تُرَى وَ لا أَسْمَعَ [أَسْمَعُ ] لَكَ حَسِيسا وَ لا نَجْوَى

Sungguh terasa berat bebanku saat melihat orang-orang sementara engkau tak terlihat olehku, tiada kudengar bisikan maupun rintihanmu!

عَزِيزٌ عَلَيَّ أَنْ تُحِيطَ بِكَ دُونِيَ [لا تُحِيطَ بِي دُونَكَ ] الْبَلْوَى وَ لا يَنَالَكَ مِنِّي ضَجِيجٌ وَ لا شَكْوَى

Sungguh terasa beban deritaku berat saat mengetahui segala musibah yang menimpamu, sementara rintihan dan ratapanku tak menambah manfaat bagimu!

بِنَفْسِي أَنْتَ مِنْ مُغَيَّبٍ لَمْ يَخْلُ مِنَّا بِنَفْسِي أَنْتَ مِنْ نَازِحٍ مَا نَزَحَ [يَنْزَحُ ] عَنَّا

Demi jiwaku, engkaulah yang digaibkan yang tak pernah ingin kami lupakan! Demi jiwaku, engkaulah harapankami yang tak kunjung sirna,

بِنَفْسِي أَنْتَ أُمْنِيَّةُ شَائِقٍ يَتَمَنَّى مِنْ مُؤْمِنٍ وَ مُؤْمِنَةٍ ذَكَرَا فَحَنَّا

Demi jiwaku, engkaulah harapan para pengharap, Mukmin maupun Mukminah tergetar karena mengingatmu!

بِنَفْسِي أَنْتَ مِنْ عَقِيدِ عِزٍّ لا يُسَامَى، بِنَفْسِي أَنْتَ مِنْ أَثِيلِ مَجْدٍ لا يُجَارَى [يُحَاذَی] بِنَفْسِي أَنْتَ مِنْ تِلادِ نِعَمٍ لا تُضَاهَى

Demi jiwaku, engkaulah puncak kemuliaan yang tak terlampaui! Demi jiwaku, engkaulah puncak kehormatan yang tak ternilai! Demi jiwaku, engkaulah sumber yang dikaruniai tiada bandingnya!

بِنَفْسِي أَنْتَ مِنْ نَصِيفِ شَرَفٍ لا يُسَاوَى

Demi jiwaku, engkaulah wujud kesempurnaan yang terpadankan!

إِلَى مَتَى أَحَارُ [أَجْأَرُ] فِيكَ يَا مَوْلايَ وَ إِلَى مَتَى وَ أَيَّ خِطَابٍ أَصِفُ فِيكَ وَ أَيَّ نَجْوَى

Sampai kapankah kegelisahanku berlangsung karena menantimu wahai penghuluku? Dengan untaian kata dan ungkapan apa harus kugambarkan dirimu?

عَزِيزٌ عَلَيَّ أَنْ أُجَابَ دُونَكَ وَ [أَوْ] أُنَاغَى عَزِيزٌ عَلَيَّ أَنْ أَبْكِيَكَ وَ يَخْذُلَكَ الْوَرَى

Berat kiranya bagiku mendapat jawaban pembicaraanmu! Betapa pedih deritaku saat menangisimu sementara orang-orang menghinakanmu!

عَزِيزٌ عَلَيَّ أَنْ يَجْرِيَ عَلَيْكَ دُونَهُمْ مَا جَرَى

Betapa pedih deritaku mengetahui semua yang menimpamu namun tidak menimpa mereka!

هَلْ مِنْ مُعِينٍ فَأُطِيلَ مَعَهُ الْعَوِيلَ وَ الْبُكَاءَ هَلْ مِنْ جَزُوعٍ فَأُسَاعِدَ جَزَعَهُ إِذَا خَلا

Adakah yang menolongku, hingga kuperpanjang keluhan dan tangisan ini? Adakah orang yang menghentikan rintihannya untuk kulanjutkan rintihannya!

هَلْ قَذِيَتْ عَيْنٌ فَسَاعَدَتْهَا عَيْنِي عَلَى الْقَذَى ،

Adakah air mata yang kering untuk kualirkan lagi air mataku?

هَلْ إِلَيْكَ يَا ابْنَ أَحْمَدَ سَبِيلٌ فَتُلْقَى هَلْ يَتَّصِلُ يَوْمُنَا مِنْكَ بِعِدَةٍ [بِغَدِهِ ] فَنَحْظَى

Adakah jalan untuk menemuimu wahai putra Ahmad? Akankah suatu hari kita kan bertemu?

مَتَى نَرِدُ مَنَاهِلَكَ الرَّوِيَّةَ فَنَرْوَى مَتَى نَنْتَقِعُ مِنْ عَذْبِ مَائِكَ فَقَدْ طَالَ الصَّدَى

Kapankah kiranya kami datang ke telagamu untuk meminum airnya hingga dahaga terlepas? Kapankah kiranya kami dapat meneguk segarnya airmu? Sungguh telah lama dahaga ini mencekik!

مَتَى نُغَادِيكَ وَ نُرَاوِحُكَ فَنَقِرَّ عَيْنا [فَتَقَرَّ عُيُونُنَا] مَتَى تَرَانَا [وَ] نَرَاكَ وَ قَدْ نَشَرْتَ لِوَاءَ النَّصْرِ تُرَى

Kapankah kita kita berkumpul sepanjang hari sehingga tentram hati ini? Kapankah kita berjumpa? Sungguh panji kemenanganmu telah nampak,

أَ تَرَانَا نَحُفُّ بِكَ وَ أَنْتَ تَؤُمُّ الْمَلَأَ وَ قَدْ مَلَأْتَ الْأَرْضَ عَدْلاً وَ أَذَقْتَ أَعْدَاءَكَ هَوَاناً وَ عِقَاباً

akankah engkau melihat kami mengelilingimu saat kau pimpin manusia! Sungguh telah engkau bentangkan keadilan di muka bumi dan engkau timpakan kepada musuh-musuhmu azab dan kehinaan!

وَ أَبَرْتَ الْعُتَاةَ وَ جَحَدَةَ الْحَقِّ وَ قَطَعْتَ دَابِرَ الْمُتَكَبِّرِينَ وَ اجْتَثَثْتَ أُصُولَ الظَّالِمِينَ،

ngkau binasakan orang yang menerjang batas dan penentang kebenaran! Engkau musnahkan orang-orang congkak! Engkau cabut akar-akar para penindas!

وَ نَحْنُ نَقُولُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Saat itulah kami berucap, “Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam!”

اللَّهُمَّ أَنْتَ كَشَّافُ الْكُرَبِ وَ الْبَلْوَى وَ إِلَيْكَ أَسْتَعْدِي فَعِنْدَكَ الْعَدْوَى

Ya Allah, Engkaulah Pengurai segala kesulitan dan petaka! Kepada-Mu aku memohon pertolongan karena hanya Engkaulah pertolongan itu,

وَ أَنْتَ رَبُّ الْآخِرَةِ وَ الدُّنْيَا [الْأُولَی] فَأَغِثْ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيثِينَ عُبَيْدَكَ الْمُبْتَلَى وَ أَرِهِ سَيِّدَهُ يَا شَدِيدَ الْقُوَى

Engkaulah Tuhan dunia-akhirat! Maka tolonglah hamba-Mu ini yang memohon pertolongan! Pertemukanlah dia dengan pemimpinnya, wahai Yang Mahakuat!

وَ أَزِلْ عَنْهُ بِهِ الْأَسَى وَ الْجَوَى وَ بَرِّدْ غَلِيلَهُ يَا مَنْ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى وَ مَنْ إِلَيْهِ الرُّجْعَى وَ الْمُنْتَهَى

Hilangkanlah rasa putusasanya dan sejukkanlah rasa dahaganya, wahai Penguasa Arsy Tempat kembali!

اللَّهُمَّ وَ نَحْنُ عَبِيدُكَ التَّائِقُونَ [الشَّائِقُونَ ] إِلَى وَلِيِّكَ الْمُذَكِّرِ بِكَ وَ بِنَبِيِّكَ خَلَقْتَهُ لَنَا عِصْمَةً وَ مَلاذا

Ya Allah, kamilah hamba-hamba yang merindukan wali-Mu yang mengingatkan kami kepada-Mu dan kepada Nabi-Mu! Engkau jadikan dia benteng dan tempat kami bernaung!

وَ أَقَمْتَهُ لَنَا قِوَاما وَ مَعَاذا وَ جَعَلْتَهُ لِلْمُؤْمِنِينَ مِنَّا إِمَاما فَبَلِّغْهُ مِنَّا تَحِيَّةً وَ سَلاما،

Engkau tegakkan dia sebagai sendi iman bagi orang-orang Mukmin di antara kami! Maka sampaikanlah salam hormat kami kepadanya

وَ زِدْنَا بِذَلِكَ يَا رَبِّ إِكْرَاما وَ اجْعَلْ مُسْتَقَرَّهُ لَنَا مُسْتَقَرّا وَ مُقَاما

dan tambahkanlah dengan itu kehormatan bagi kami, wahai Tuhan kami! Jadikanlah keberadaannya di antara kami keberadaan yang tetap!

وَ أَتْمِمْ نِعْمَتَكَ بِتَقْدِيمِكَ إِيَّاهُ أَمَامَنَا حَتَّى تُورِدَنَا جِنَانَكَ [جَنَّاتِكَ ] وَ مُرَافَقَةَ الشُّهَدَاءِ مِنْ خُلَصَائِكَ

Sempurnakanlah nikmat-Mu dengan menjadikannya pemimpin kami, hingga Engkau anugerahkan kepada kami surga-Mu dan kebersamaan dengan para syuhada yang ikhlas menuju-Mu!

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ جَدِّهِ [وَ] رَسُولِكَ السَّيِّدِ الْأَكْبَرِ

Ya Allah, anugerahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad! Anugerahkanlah shalawat kepada Muhammad kakeknya dan utusan-Mu sang pemimpin agung,

وَ عَلَى [عَلِيٍ ] أَبِيهِ السَّيِّدِ الْأَصْغَرِ وَ جَدَّتِهِ الصِّدِّيقَةِ الْكُبْرَى فَاطِمَةَ بِنْتِ مُحَمَّدٍ

kepada ayahnya sang pemimpin penerus, kepada neneknya Shiddiqah yang agung, Fathimah putri Muhammad,

وَ عَلَى مَنِ اصْطَفَيْتَ مِنْ آبَائِهِ الْبَرَرَةِ وَ عَلَيْهِ أَفْضَلَ وَ أَكْمَلَ وَ أَتَمَّ وَ أَدْوَمَ وَ أَكْثَرَ وَ أَوْفَرَ مَا صَلَّيْتَ عَلَى أَحَدٍ مِنْ أَصْفِيَائِكَ وَ خِيَرَتِكَ مِنْ خَلْقِكَ ،

kepada para pilihan-Mu dari pendahulu-pendahulunya yang baik! Baginya shalawat-Mu yang lebih utama, sempurna, langgeng dan lebih banyak dari shalawat yang Engkau anugerahkan kepda siapa pun juga dari pilihan-Mu!

وَ صَلِّ عَلَيْهِ صَلاةً لا غَايَةَ لِعَدَدِهَا وَ لا نِهَايَةَ لِمَدَدِهَا وَ لا نَفَادَ لِأَمَدِهَا

Anugerhakanlah kepadanmya shalawat-Mu yang tak berbilang, yang tak berbatas dan tak berakhir!

اللَّهُمَّ وَ أَقِمْ بِهِ الْحَقَّ وَ أَدْحِضْ بِهِ الْبَاطِلَ وَ أَدِلْ بِهِ أَوْلِيَاءَكَ وَ أَذْلِلْ بِهِ أَعْدَاءَكَ

Ya Allah, bersamanya tegakkanlah kebenaran, hancurkanlah kebatilan, menangkanlah wali-wali-Mu, dan hinakanlah musuh-musuh-Mu!

وَ صِلِ اللَّهُمَّ بَيْنَنَا وَ بَيْنَهُ وُصْلَةً تُؤَدِّي إِلَى مُرَافَقَةِ سَلَفِهِ وَ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يَأْخُذُ بِحُجْزَتِهِمْ وَ يَمْكُثُ فِي ظِلِّهِمْ

Sambungkanlah tali penghubung antara kami dengannya, agar kami dapat berkumpul dengan para pendahulunya! Jadikanlah kami orang-orang yang berlari kepadanya dan berada di bawah naungannya!

وَ أَعِنَّا عَلَى تَأْدِيَةِ حُقُوقِهِ إِلَيْهِ وَ الاجْتِهَادِ فِي طَاعَتِهِ وَ اجْتِنَابِ مَعْصِيَتِهِ

Bantulah kami untuk menunaikan hak-haknya, bersungguh-sungguh menaatinya dan menjauhi larangannya,

وَ امْنُنْ عَلَيْنَا بِرِضَاهُ وَ هَبْ لَنَا رَأْفَتَهُ وَ رَحْمَتَهُ وَ دُعَاءَهُ وَ خَيْرَهُ

serta anugerahkan kepada kami keridhaannya! Anugerahkanlah kepada kami kelembutan, kasih-sayang, doa, dan kebaikannya

مَا نَنَالُ بِهِ سَعَةً مِنْ رَحْمَتِكَ وَ فَوْزا عِنْدَكَ

sehingga keluasan rahmat-Mu dan kesuksesan di sisi-Mu dapat kuperoleh karenanya!

وَ اجْعَلْ صَلاتَنَا بِهِ مَقْبُولَةً وَ ذُنُوبَنَا بِهِ مَغْفُورَةً ، وَ دُعَاءَنَا بِهِ مُسْتَجَابا وَ اجْعَلْ أَرْزَاقَنَا بِهِ مَبْسُوطَةً وَ هُمُومَنَا بِهِ مَكْفِيَّةً وَ حَوَائِجَنَا بِهِ مَقْضِيَّةً

Jadikanlah dia sebab diterimanya shalat kami, diampuninya dosa-dosa kami, dikabulkannya doa kami, melimpahnya rezeki kami, terobatinya kegelisahan kami dan terpenuhinya kebutuhan kami!

وَ أَقْبِلْ إِلَيْنَا بِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَ اقْبَلْ تَقَرُّبَنَا إِلَيْكَ وَ انْظُرْ إِلَيْنَا نَظْرَةً رَحِيمَةً نَسْتَكْمِلْ بِهَا الْكَرَامَةَ عِنْدَكَ

Sambutlah kami dengan wajah-Mu yang mulia! Terimalah taqarub kami kepada-Mu! Pandanglah kami dengan pandangan penuh rahmat yang menyempurnakan kemuliaan kami di sisi-Mu!

ثُمَّ لا تَصْرِفْهَا عَنَّا بِجُودِكَ وَ اسْقِنَا مِنْ حَوْضِ جَدِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ بِكَأْسِهِ وَ بِيَدِهِ رَيّا رَوِيّا هَنِيئا سَائِغا لا ظَمَأَ بَعْدَهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Kemudian jangan Engkau memalingkannya dari kami demi kemurahan-Mu! Berilah kami minum dari telaga Haudh milik kakeknya saw dengan cawan dan tangannya, minuman yang menyegarkan dan membahagiakan yang menghilangkan dahaga selama-lamanya, wahai Yang Maha Pengasih dari para pengasih!

Kemudian lakukanlah shalat Ziarah dua rakaat, kemudian berdoalah sesuai dengan kebutuhan Anda, Insya Allah dikabulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 8 =